Skip to main content

Posts

Hujan

 

Rindu

Yoshie

BSD, 24.10.2020 Kali ini sedikit berbeda. Saya ingin rasanya bercerita tentang kucing pertama yang kita miliki bernama Yoshie.  Yoshie kita adopsi ditahun 2014 dari salah seorang rekan kerja saat Yoshie berumur sekitar 5 bulan. Saya sempat bertanya kenapa namanya Yoshie, ternyata Yoshie memiliki kembaran yang bernama Noya. Saat itu kedua kucing ini lahir di daerah Bintaro saat pemiliki sedang melakukan perjalanan ke Jepang.  Tidak mudah memutuskan untuk mengadopsi kucing, karena artinya harus siap dengan berbagai kemungkinan seperti garuk kursi dengan cakarnya, pipis sembarangan, dll. Namun, akhirnya kita memutuskan untuk adopsi seekor kucing yang saat itu tidak peduli kucing jenis apapun. Mau kucing kampung atau anggora. Tidak masalah.  Yoshie adalah kucing yang pintar. Banyak hal yang bisa dilakukannya, seperti membuka kunci kandang, membuka pintu rumah dengan cara meloncat, nurut untuk tidak masuk rumah saat sedang di pel dan yang paling luar biasa adalah p...

HARAPAN

 17 Agustus 2020 Merdeka! Siapa yang ingin dirinya dikekang? Saya rasa tidak ada. Bahkan saya sendiri. Ingin menjadi orang yang merdeka! Menjadi merdeka memang tidak mudah. Semua membutuhkan perjuangan. Seperti halnya apa yang sudah dilakukan oleh para pahlawan, keluarga dan semua penduduk dahulu ketika mempertaruhkan nyawa demi sebuah kata "merdeka." Tidak ada lagi kepentingan pribadi, semua berjuang bersama untuk mengusir penjajah. Kemerdekaan adalah hal yang sangat patut kita syukuri. Kemerdekaan sebagai sebuah negera sudah diraih. Kemudian, apakah cukup sampai disitu? Tentu tidak! Kita semua memiliki tugas luhur yang diberikan oleh para pendahulu, salah satunya yang dituangkan dalam UUD 1945.  Saya tidak akan membahas lebih jauh tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Semua usaha yang diberikan oleh para pejuang, kecil maupun besar adalah sesuatu yang tidak bisa dielakan sebagai anugerah dari Allah SWT. Semoga Alllah SWT menjadikan usaha para pejuang sebagai jihad fi...

Menulis adalah perjuangan

Menulis tidak ubahnya seperti mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Dalam prosesnya memerlukan sebuah mesin penggerak yang mampu memicu kerja otak, keinginan, harapan dan tujuan. Membungkus imajinasi dan kenyataan menjadi sebuah kumpulan kata-kata yang membentuk makna. Kalau boleh saya katakan, mesin tersebut adalah "passion" yang berasal dari hati.  Setelah kurang lebih 1 bulan, jari jemari seperti sudah kaku untuk menjadi jembatan yang terbentang antara tebing abstrak dan bangunan sebuah tulisan. Hati dan pikiran seakan kompak untuk mengatakan, "terlalu lelah, jangan menulis dulu, nanti saja." Hari demi hari, minggu demi minggu. Tidak terasa, jejak tulisan sudah semakin hilang menjauh.  Malam ini, saya kembali memutuskan untuk menulis secara rutin kembali. Setidaknya, sekedar untuk mengais makna yang terjadi pada hari tersebut. Saya yakin, banyak hal sebetulnya bisa menjadi bahan tulisan dari apa yang dilihat dan dirasakan. Artinya, kail diri ini harus kemba...

Diri dan Dunia

Bagaimana menaruh diri kita di dalam bingkai dunia? Apakah hanya menjadi potret monokrom yang berpose diam tak berdaya. Atau potret penuh warna  yang dinamis. Mengenal setiap sudut bingkainya seperti lorong gelap. Bukan tak berujung, tapi pada waktunya akan berhenti di satu titik.  Menyisakan tanda tanya yang harus dijawab dengan doa dan usaha. Bila ada seberkas cahaya yang berpendar-pendar, itu adalah kebaikan yang akan menjelma menjadi teman setia dalam perjalanan berikutnya.  Semua ada masanya. Semua ada waktunya. Tapi tidak semua orang akan memiliki kesamaan seperti yang dimiliki orang lain. Kenapa? Karena nilai keadilan Tuhan akan diambil dari hal lain. Hal yang semua orang bisa mengusahakannya. Tidak peduli kaya atau miskin. Keindahan dunia seperti tidak bisa ditawar, padahal setiap keindahannya akan memudar seiring waktu.  Diantara diri dan dunia ada kehidupan. Kehidupan yang menyuguhkan tantangan. Mengarunginya seperti sedang bertarung. Tetapi akhirnya bukan ...

Elegi Kopi

Bagi sebagian besar orang, salah satu kebahagiaan yang paling sederhana adalah ketika dipertemukan dengan secangkir kopi. Ada secangkir harapan yang membuat bahagia. Melarutkan beberapa kepenatan dan menggantikannya dengan kesegaran. Namun, kita tidak tahu, bagaimana hubungan kopi dan cangkir. Apakah mereka akrab? apakah mereka senang bila bertemu? Apakah mereka sebenarnya kesepian? Tidak ada yang tahu pasti! yang jelas, mereka berkolaborasi untuk kita nikmati.