Bagaimana menaruh diri kita di dalam bingkai dunia? Apakah hanya menjadi potret monokrom yang berpose diam tak berdaya. Atau potret penuh warna yang dinamis. Mengenal setiap sudut bingkainya seperti lorong gelap. Bukan tak berujung, tapi pada waktunya akan berhenti di satu titik. Menyisakan tanda tanya yang harus dijawab dengan doa dan usaha. Bila ada seberkas cahaya yang berpendar-pendar, itu adalah kebaikan yang akan menjelma menjadi teman setia dalam perjalanan berikutnya.
Semua ada masanya. Semua ada waktunya. Tapi tidak semua orang akan memiliki kesamaan seperti yang dimiliki orang lain. Kenapa? Karena nilai keadilan Tuhan akan diambil dari hal lain. Hal yang semua orang bisa mengusahakannya. Tidak peduli kaya atau miskin. Keindahan dunia seperti tidak bisa ditawar, padahal setiap keindahannya akan memudar seiring waktu.
Diantara diri dan dunia ada kehidupan. Kehidupan yang menyuguhkan tantangan. Mengarunginya seperti sedang bertarung. Tetapi akhirnya bukan tentang kalah atau menang. Melainkan tentang berusaha dan menyerahkan segalanya pada Allah swt.
Comments
Post a Comment