Skip to main content

Andai Sakit Memberi Kabar

Ciledug, 4 April 2009
Jamaludin

Andai sakit memberi kabar…
Maka sehat ini akan menyiapkan sepiring nasi dan lauk-pauk yang lengkap
Andai sakit memberi kabar…
Maka sehat ini akan menyiapkan segelas air dan sekeranjang buah yang segar
Andai sakit memberi kabar…
Maka sehat ini akan menyiapkan sebutir obat yang mujarab
Andai sakit memberi kabar..
Maka sehat ini akan mencari rumah sakit terbaik dan dokter terbaik
Andai sakit memberi kabar…
Maka sehat ini akan menyiapkan tempat tidur terbaik yang tebal dan empuk

Andai sakit memberi kabar…
Maka undangan akan cepat meyebar agar semua berdo’a menghalau kedatangannya
Andai sakit memberi kabar…
Maka akan kuselesaikan semua masalah dengan segera agar tak menjadi beban fikiran ketika peyembuhan
Andai sakit memberi kabar..
Maka akan kuhabiskan waktu sehat bersama orang-orang terdekat
Andai sakit memberi kabar..
Maka akan kubuat jadwal besuk agar tidurku tetap nyenyak di kasur yang empuk
Andai sakit memberi kabar…
Maka akan aku hubungi semua orang agar mengunjungi dan tetap peduli
Andai sakit memberi kabar…
Maka aku akan banyak makan agar berat badan tidak turun terus-terusan

Tapi sakit ini datang dengan tiba-tiba
Akhirnya tubuh tidak kuasa
Kadang sesal menghampiri tapi harus dihadapi
Hati sungguh bahagia
Ketika semua orang membantu dengan segera
Syukurlah semua mengunjungi sampai sakit ini pergi
Alhamdulillah
Terima kasih semua…

Comments

Popular posts from this blog

Cinta Berpulang

  Gresik, 04.12.2021 Ada bahasa sederhana yang tak ku mengerti Tak bisa aku baca dengan huruf besar dan kecil  Seperti inikah rasanya? Hambar di tengah lautan garam Termenung di serambi cinta yang ramai Di atas bara api aku memandangmu, dari kejauhan Sejak saat itu aku menunggu sampai kau pulang dan perlahan hancur menjadi abu Cintaku telah berpulang Menguburkan diri dalam tanah gersang tujuh musim kemarau Tidak ada harapan maupun senyuman kepergian Kini, aku berpangku tangan pada kewarasanku  Mengucapkan: sampai bertemu kembali, pada cinta yang berpulang

Warna Warni Hari ini: Allah Masih Sayang Kita

Rancabungur, Bogor Sabtu, 20 November 2021 Pagi hari, kami menyempatkan diri untuk pergi ke Pabangbon setelah kami mengunjungi Orangtua di Pondok Bitung, Bogor. Pabangbon adalah tempat wisata yang telah lama kami dengar di sekitar Ciampea, Leuwiliang. Sempat ragu, namun akhirnya kami memutuskan untuk mengunjunginya. Setelah 1.5 jam melewati kemacetan yang tiada berujung dari Pasar Laladon sampai Ciampea, akhirnya kami memasuki wilayah Pabangbon. Perasaan berbunga-bunga ketika melewati jalan berliku dengan dikelilingi pemandangan gunung yang indah. Udara segar menambah kebahagiaan sepanjang jalan. Jalur yang menanjak dan menurun membuat motor kami sempat kehilangan tenaga. Hampir semua tanjakan berkelok bisa kami lewati sampai akhirnya di depan kami terbentang jalan yang sangat menanjak curam. Motor kami berhenti di tengah tanjakan. Walhasil, istri memutuskan turun dan berjalan kaki. Kami melanjutkan perjalanan. Setelah hampir 2 KM menuju Pabangbon, motor kami kehabisan tenaga kembali d...