Bagi sebagian besar orang, salah satu kebahagiaan yang paling sederhana adalah ketika dipertemukan dengan secangkir kopi. Ada secangkir harapan yang membuat bahagia. Melarutkan beberapa kepenatan dan menggantikannya dengan kesegaran. Namun, kita tidak tahu, bagaimana hubungan kopi dan cangkir. Apakah mereka akrab? apakah mereka senang bila bertemu? Apakah mereka sebenarnya kesepian? Tidak ada yang tahu pasti! yang jelas, mereka berkolaborasi untuk kita nikmati.
Gresik, 04.12.2021 Ada bahasa sederhana yang tak ku mengerti Tak bisa aku baca dengan huruf besar dan kecil Seperti inikah rasanya? Hambar di tengah lautan garam Termenung di serambi cinta yang ramai Di atas bara api aku memandangmu, dari kejauhan Sejak saat itu aku menunggu sampai kau pulang dan perlahan hancur menjadi abu Cintaku telah berpulang Menguburkan diri dalam tanah gersang tujuh musim kemarau Tidak ada harapan maupun senyuman kepergian Kini, aku berpangku tangan pada kewarasanku Mengucapkan: sampai bertemu kembali, pada cinta yang berpulang

Karya sastra yang indah mr. . . .
ReplyDeleteThank you sir...
ReplyDelete