Dipertengahan hari. Sekumpulan rindu berbaris rapi menunggu pintu gerbong terbuka. Apa daya, jarak itu masih jauh walau hati terhubung denganmu, Mama. Kami berusaha tegar ketika melihat wajahmu dalam balutan selang oksigen. Bahkan mulut ini hanya terdiam menyaksikan mulutmu yang terus mengucapkan kalimat "laa ilaaha illallah.."
Saat itu, kali terakhir kami mendengar suaramu yang lirih sesekali lantang dengan ditemani anak lelakimu berada disamping sambil terisak. Waktu berselang, kabar kepergianmu seperti petir menyambar saat kami terduduk di bangku stasiun kereta. Tangis anak pertamamu pecah di ujung telepon. Menunduk dalam pangkuan. Perlahan kami mengiringi ucapan kepergianmu dari berbagai sudut kota. Menyuarakan satu kalimat yang sama "innalillahi wa inna ilaihi roojiuun.." Kemudian kami ikhlaskan perlahan untukmu kembali kepada Sang Maha Pemilik.
Selamat jalan Mama, kami semua menyayangimu. Terima kasih sudah menjadi orangtua yang baik dan menjadi contoh untuk kami anak-anakmu. Semoga Allah swt menempatkanmu di tempat yang terbaik. Kelak kita akan bertemu lagi di kampung akhirat, atas izin-Nya. Inshaallah.
Dari kami: Jamal dan Pia.
Menganti, Gresik
Kamis, 29 Juli 2021
Comments
Post a Comment