Gresik, 04.12.2021
Daun pintu yang lentik menunggu tuan rumah kembali
Seperti malam dingin menunggu jemari pagi di depan perapian
Tirai bergerak-gerak tertiup angin yang terhimpit
Berteriak menunggu aku dan kau di rumah ini
Harapan yang menjadi atap menaungi sepanjang malam
Kenyataan yang menjadi lantai terus diinjak sepanjang jalan
Hanya aku, kau dan rumah saat ini
Kesana kemari ditemani semut-semut merah kegirangan
Bercerita tentang kesamaan yang terbungkus masa remaja
Di balik rumah ini, hanya aku dan kau
Gelembung do’a selalu kita tiup kemudian dilepas membumbung ke atap
Menembus langit dan terdengar galaksi berkilauan
Dari kejauhan, semua nampak hijau
Terlihat kaki mungil menapaki rerumputan di halaman
Terdengar letupan menggeram yang menggemaskan
Kita sadar itu bukan rumah ini
Belum saat ini
Karena hanya aku, kau dan rumah
Seperti malam dingin menunggu jemari pagi di depan perapian
Tirai bergerak-gerak tertiup angin yang terhimpit
Berteriak menunggu aku dan kau di rumah ini
Harapan yang menjadi atap menaungi sepanjang malam
Kenyataan yang menjadi lantai terus diinjak sepanjang jalan
Hanya aku, kau dan rumah saat ini
Kesana kemari ditemani semut-semut merah kegirangan
Bercerita tentang kesamaan yang terbungkus masa remaja
Di balik rumah ini, hanya aku dan kau
Gelembung do’a selalu kita tiup kemudian dilepas membumbung ke atap
Menembus langit dan terdengar galaksi berkilauan
Dari kejauhan, semua nampak hijau
Terlihat kaki mungil menapaki rerumputan di halaman
Terdengar letupan menggeram yang menggemaskan
Kita sadar itu bukan rumah ini
Belum saat ini
Karena hanya aku, kau dan rumah
Comments
Post a Comment