Kadang tidak tahu apa yang harus ditulis. Saat jemari sudah siap mengetuk untaian huruf, namun pikiran tak jua memberi warna. Ada saatnya rasa ingin dilepaskan karena warnanya terlalu buram. Terlalu banyak yang datang dan bersemayam.
Kuas keraguan tidak mudah membuatnya indah. Butuh waktu dan pengorbanan mengalahkan rasa yang lain. Apabila marah adalah merah, barangkali sabar adalah hijau. Apabila putih adalah keikhlasan, hitam bukan berarti kegelapan.
Tidak ada warna yang mampu mengisyaratkan rasa. Hanya ada hati tempat bersemayam segala rasa dan prasangka yang harus dijaga sekuat tenaga.
Comments
Post a Comment