Gresik, 04.12.2021 Ada bahasa sederhana yang tak ku mengerti Tak bisa aku baca dengan huruf besar dan kecil Seperti inikah rasanya? Hambar di tengah lautan garam Termenung di serambi cinta yang ramai Di atas bara api aku memandangmu, dari kejauhan Sejak saat itu aku menunggu sampai kau pulang dan perlahan hancur menjadi abu Cintaku telah berpulang Menguburkan diri dalam tanah gersang tujuh musim kemarau Tidak ada harapan maupun senyuman kepergian Kini, aku berpangku tangan pada kewarasanku Mengucapkan: sampai bertemu kembali, pada cinta yang berpulang
Kanal Sastra: Pemikiran, Catatan Hikmah, Puisi, Fiksimini, dan Cerpen
Comments
Post a Comment