21 Februari 2010
Tersontak seketika oleh suara gemuruh badai.
Disaat hati ini tertidur pulas, tenang.
Mata tidak lagi lengket seperti biasanya.
Terbelalak dengan pemandangan yang mencengangkan.
Untung saja aku masih terbangun di dunia walau tubuh ini gemetar.
Kusadari saat pandangan mata tertuju pada photo sahabat.
Kini dahiku mengkerut mencari satu jawaban.
Dari seribu pertanyaan yang menghujam logikaku.
Kini masih mencari...
Tersontak seketika oleh suara gemuruh badai.
Disaat hati ini tertidur pulas, tenang.
Mata tidak lagi lengket seperti biasanya.
Terbelalak dengan pemandangan yang mencengangkan.
Untung saja aku masih terbangun di dunia walau tubuh ini gemetar.
Kusadari saat pandangan mata tertuju pada photo sahabat.
Kini dahiku mengkerut mencari satu jawaban.
Dari seribu pertanyaan yang menghujam logikaku.
Kini masih mencari...
Comments
Post a Comment