Jamaludin Elsobry
Bintaro, 8 Juni 2009
Ketika senja menyelimuti pondok bambu
Terdengar hingar-bingar suara bocah-bocah cadel
Sahut-menyahut mengagungkan asma-Nya
Semakin sanyup dan berlalu beberapa waktu
Ayat-ayat-Nya menyebar bersama semilir angin
Diantara surau-surau di pondok bambu
Walau hanya diterangi lampu minyak sederhana
Diri merindukan manis suaranya
Kunang-kunang menari diantara kegelapan
Menyambut malam meyelimuti siang
Pohon-pohon kenari tumbuh tinggi menjulang
Seakan memagari pondok bambu dari gemerlap dunia
Menggapai ruang-ruang cahaya purnama
Di atas cakrawala
Binatang malam mengeluarkan suara-suara terindahnya
Dari sela-sela dahan dan ranting
Memecah keheningan menjelang malam
Memotret kehidupan penuh kesejukan
20 tahun lalu di pondok bambu
Bintaro, 8 Juni 2009
Ketika senja menyelimuti pondok bambu
Terdengar hingar-bingar suara bocah-bocah cadel
Sahut-menyahut mengagungkan asma-Nya
Semakin sanyup dan berlalu beberapa waktu
Ayat-ayat-Nya menyebar bersama semilir angin
Diantara surau-surau di pondok bambu
Walau hanya diterangi lampu minyak sederhana
Diri merindukan manis suaranya
Kunang-kunang menari diantara kegelapan
Menyambut malam meyelimuti siang
Pohon-pohon kenari tumbuh tinggi menjulang
Seakan memagari pondok bambu dari gemerlap dunia
Menggapai ruang-ruang cahaya purnama
Di atas cakrawala
Binatang malam mengeluarkan suara-suara terindahnya
Dari sela-sela dahan dan ranting
Memecah keheningan menjelang malam
Memotret kehidupan penuh kesejukan
20 tahun lalu di pondok bambu
Comments
Post a Comment